Hujan-hujanan Saat Naik Motor, Ini Tips Amannya



Hallo bro sis.. Apa kabar semua? Sudah lama ga update di blog ini. Blog yg berantakan apa adanya.
Yah karena sibuk (sibuk apa males..??) blog ini makin terbengkalai.
Saat ini kita sudah ada di tengah-tengah musim penghujan. Banjir sudah mulai menggenang di beberapa daerah. Hujan yang di sertai badai petir yang suka bikin khawatir. ( opo iki? ).
Wes sudah saya engga mau panjang lebar karena kata-kata saya itu kadang-kadang engga nyambung.
Ada tips nih untuk para biker/pengendara sepeda motor. Nah ini sangat cocok untuk para bikers yang suka nerobos hujan karena suatu alasan. Saya nemu artikel yang saya ambil dari detikoto.com tentang apa yang harus kita lakukan dan waspadai ketika hujan mulai datang dan apa sih bahayanya klo kita nekat nerobos hujan. Langsung saja bro sis silahkan di baca artikel di bawah ini..

Rangga Rahadiansyah - detikOto.com

Jakarta - Di beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini mulai sering diguyur hujan. Pengendara sepeda motor penting untuk memiliki perhatian ekstra ketika bermotor di tengah hujan.

Saran dari Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto, ketika hujan lebih baik pemotor berhenti terlebih dahulu untuk berteduh. Cari tempat teduh yang aman, tidak disarankan berteduh di bawah pohon.

"Tips pertama adalah berhenti dan berteduh. Berteduhnya pun jangan di bawah pohon. Karena pohon banyak yang gede bohong, pohonnya rimbun, besar tapi mudah patah. Apalagi ada angin," kata Hendrik.

Jika terpaksa harus tetap melaju saat hujan, pakailah jas hujan. Hendrik mengatakan, pakai jas hujan model setelan (celana dan baju). "Jangan pakai yang model ponco," katanya.

Pada saat 10 menit pertama kali turun hujan, pengendara diminta lebih berhati-hati. Sebab, permukaan jalan saat 10 menit pertama turun hujan akan sangat licin.

"10 menit pertama kali hujan, itu jalan sangat-sangat licin. Pertama karena kondisi jalan panas, terus tersiram oleh air hujan, dia ada uap. Lalu pasir-pasir yang tadinya mengendap di aspal, kesiram air hujan belum mengalir ke pinggir, nah itu sangat licin," ujarnya.

Sebaiknya, pada saat 10 menit pertama turun hujan, berhenti terlebih dahulu. "Kalaupun mau jalan, jalan saja dengan kecepatan rendah. Jangan sampai saat pertama turun hujan, makin deras, berkendaranya malah makin kencang," ucap Hendrik.

Selanjutnya, mengendarai sepeda motor saat hujan, disarankan untuk mengurangi kecepatan dan jaga jarak aman. Karena, saat hujan kendaraan membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh.

"Karena kampas rem akan basah, sehingga kalau kita ngerem, kampas rem akan ngeringin dulu baru dia gigit disk," ujarnya.

Lalu, hindari genangan air. Sebaiknya ketika berkendara, pilih jalur agak ke tengah karena biasanya jalanan di pinggir terdapat genangan yang lebih dalam.

"Enggak usah terlalu kanan, yang penting kita masih bisa lihat jalan meski ada genangan air. Jangan ambil genangan air yang sudah tinggi. Karena kita enggak tahu di dalamnya ada apa, entah ada lubang atau apa. Kalau di situ ada lubang, kita enggak siap, karena ibaratnya kita buta. Itu potensi untuk jatuh," kata Hendrik.

Untuk teknik pengereman saat hujan, tekan rem depan dan rem belakang dengan porsi yang sama (50 persen rem depan:50 persen rem belakang). Ini berbeda dengan teknik pengereman saat kondisi kering yang  biasanya mengombinasikan rem depan dan belakang dengan porsi rem depan yang lebih besar.

"Jadi rem depan jangan terlalu banyak. Kalau dalam kondisi kering kan kalau angka perbandingan 60 (rem depan):40 (rem belakang). Tapi dalam kondisi basah harus sama 50:50. Karena rem depan yang dominan dalam kondisi basah lebih bahaya," ucap Hendrik.(rgr/ddn)


Comments

Hosting Unlimited Indonesia

Popular Posts